Pasar Beringharjo Masih Ramai, Tanda Pasar Tradisional Belum Mati
Aktivitas Pasar Tradisional Masih Tinggi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pasar tradisional belum mengalami mati suri. Hal ini ia sampaikan setelah melihat langsung aktivitas di Pasar Beringharjo dan Teras Malioboro 1 di Yogyakarta, yang masih dipadati pengunjung dan transaksi jual beli.
Menurut Purbaya, kondisi tersebut berbeda dengan anggapan sebagian pihak yang menilai pasar tradisional mulai sepi. Ia justru menemukan bahwa aktivitas ekonomi di pasar tersebut tetap berjalan dengan baik, bahkan mencatat omzet yang cukup tinggi.
Omzet Tinggi dan Tren Ekonomi Positif
Dalam kunjungannya, Purbaya menyebutkan bahwa omzet di kawasan Pasar Beringharjo bisa mencapai sekitar Rp2 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa pasar tradisional masih memiliki peran penting dalam perekonomian, terutama di tengah proses pemulihan ekonomi yang belum merata.
Ia juga melihat fenomena serupa di beberapa pusat perdagangan lain seperti Tanah Abang di Jakarta dan pasar-pasar di Bandung yang tetap ramai. Hal ini menjadi indikasi bahwa sektor perdagangan tradisional masih bertahan dan bahkan menunjukkan tren positif.
Produk UMKM Jogja Dinilai Kompetitif
Selain meninjau aktivitas pasar, Purbaya juga menyempatkan diri berbelanja berbagai produk seperti batik, kain, dan kaos. Ia menilai produk UMKM di Yogyakarta memiliki daya saing tinggi, baik dari segi kualitas maupun harga.
Menurutnya, harga produk di Yogyakarta relatif lebih terjangkau dibandingkan di kota besar seperti Jakarta. Para pedagang juga mengaku kondisi permodalan mereka sudah cukup stabil, yang menjadi sinyal bahwa likuiditas di tingkat pasar mulai membaik.
Kunjungan Bersama Sri Sultan HB X
Dalam kunjungan tersebut, Purbaya didampingi oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Keduanya meninjau langsung lapak-lapak pedagang sekaligus melihat perkembangan pemanfaatan Dana Keistimewaan DIY di kawasan Teras Malioboro 1.
Kunjungan ini sekaligus menunjukkan bahwa pasar tradisional masih menjadi bagian penting dari identitas ekonomi dan budaya Yogyakarta yang terus hidup di tengah perubahan zaman.