Tour de Merapi 2025: Eksplor Wisata Sleman Sambil Touring Seru
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman kembali menggelar kegiatan seru yang sudah jadi agenda tahunan, Tour de Merapi (TdM). Tahun 2025 ini menjadi gelaran ke-21 dengan tema “Dolan Sleman Marai Tuman”. Acara ini akan membawa peserta touring sejauh 100 kilometer melintasi berbagai destinasi wisata unggulan di Sleman. Start dimulai dari Lapangan Pemda Sleman dan berakhir di Bukit Klangon, lereng Merapi, Glagaharjo, Cangkringan.
Tujuan Utama: Promosi Wisata dan Edukasi Berkendara Aman
Tour de Merapi 2025 bukan sekadar touring biasa. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih dalam potensi wisata Sleman dan juga menyosialisasikan pentingnya keselamatan berkendara. Dengan target 500 peserta, panitia menetapkan syarat sepeda motor yang boleh ikut adalah dengan kapasitas mesin 125cc hingga 250cc dan dalam kondisi prima, karena rute yang dilewati cukup menantang.
Kolaborasi Lintas Instansi untuk Kenyamanan Peserta
Kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak, seperti Dinas Perhubungan Sleman, Satpol PP, Polresta Sleman, hingga Polisi Pariwisata. Selain itu, beberapa komunitas lokal seperti Saka Pariwisata, Ikatan Dimas Diajeng Sleman, Forum Komunikasi Desa Wisata, serta PMI juga turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keamanan jalannya acara.
Fasilitas & Hadiah Menarik untuk Para Peserta
Peserta TdM 2025 akan mendapat berbagai fasilitas menarik, seperti asuransi pengendara dan pembonceng, kupon makan, door prize, jaket, hingga produk sponsor. Hadiah utama yang disiapkan pun cukup menggoda, mulai dari dua unit motor Honda Beat, kulkas, mesin cuci, TV LED, laptop, hingga sepeda gunung dan perangkat rumah tangga lainnya.
Cara Daftar Tour de Merapi 2025 dan Biayanya
Pendaftaran dibuka mulai 23 Juni 2025 pukul 08.00 WIB di Kantor Dinas Pariwisata Sleman, Jalan KRT Pringgodiningrat No.13, Tridadi, Sleman. Calon peserta diwajibkan membawa fotokopi KTP/SIM, STNK motor, dan membayar biaya pendaftaran. Untuk 300 peserta pertama, biaya sebesar Rp230.000. Setelahnya, pendaftaran dikenakan Rp250.000. Jangan sampai ketinggalan kesempatan menjelajahi Sleman dengan cara yang menyenangkan dan penuh pengalaman seru!
Baca / Sumber berita : ANTARA
PT Kereta Api Indonesia (KAI) bekerja sama dengan Visinema menghadirkan Balon Jumbo Dolan Jogja setinggi 10 meter di halaman depan Stasiun Yogyakarta. Instalasi ini hadir sejak 18 hingga 30 Juni 2025 sebagai bentuk sambutan kepada para penumpang kereta api dan wisatawan yang datang ke Yogyakarta, terutama melalui jalur Malioboro yang ikonik. Balon karakter “Don” ini tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga simbol keramahan dan semangat baru dari KAI.
Waktu Kunjungan dan Konsep Pengalaman Humanis dari KAI
Balon raksasa ini bisa dinikmati dalam dua sesi setiap harinya, yaitu pukul 06.00–13.00 WIB dan 15.00–23.00 WIB. Menurut Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, inisiatif ini adalah bagian dari upaya perusahaan untuk menciptakan kesan pertama yang menyenangkan bagi para pengguna jasa. “Kami ingin pelanggan merasa disambut secara hangat sejak tiba di stasiun,” ujar Anne. Konsep ini sejalan dengan semangat KAI untuk membuat pengalaman perjalanan menjadi lebih humanis dan dekat.
Lonjakan Jumlah Penumpang di Yogyakarta
Stasiun Yogyakarta terus menunjukkan pertumbuhan jumlah penumpang. Sepanjang 2024, KAI mencatat 2,95 juta penumpang naik dan 2,9 juta penumpang turun—masing-masing meningkat sekitar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini berlanjut di awal 2025, dengan data Januari–Mei menunjukkan 1,16 juta penumpang naik dan 1,14 juta penumpang turun. Ini memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu destinasi paling favorit, terutama saat libur sekolah.
Peningkatan Layanan KA Perkotaan dan Bandara
Tak hanya KA Jarak Jauh, Stasiun Yogyakarta juga melayani rute perkotaan yang terus berkembang. Layanan Commuter Line Yogyakarta mencatat peningkatan dari 727 ribu pengguna di awal 2024 menjadi 780 ribu pada periode yang sama di 2025. KA Prameks pun mengalami pertumbuhan, dari 179 ribu menjadi 207 ribu penumpang. Sementara itu, akses ke Bandara YIA kini makin mudah lewat KA Bandara, yang telah melayani hampir 2,7 juta orang sepanjang 2024 dan 888 ribu penumpang hanya dalam empat bulan pertama tahun 2025.
KAI Hadirkan Pengalaman Perjalanan yang Berkesan
Inisiatif seperti Balon Jumbo Dolan Jogja adalah bagian dari komitmen KAI untuk menghadirkan suasana perjalanan yang menyenangkan sejak awal. Bagi KAI, perjalanan tidak hanya soal sampai tujuan, tetapi juga tentang menciptakan momen-momen kecil yang berarti bagi pelanggan. “Kami percaya bahwa perjalanan terbaik dimulai dari suasana yang baik,” tutup Anne. Dengan sentuhan visual yang menarik dan pelayanan maksimal, KAI berharap bisa terus menjadi bagian dari pengalaman liburan yang tak terlupakan di Yogyakarta.
Baca / Sumber berita : ANTARA
Kalurahan Wukirsari di Imogiri, Bantul, resmi ditetapkan sebagai Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual 2025 oleh Kementerian Hukum dan HAM RI. Penetapan ini masuk dalam kategori Kawasan Karya Cipta, mengingat potensi budaya dan ekonomi lokal yang luar biasa. Wukirsari dikenal sebagai desa dengan tradisi karya cipta yang kuat, seperti batik tulis dan seni tatah sungging wayang kulit yang sudah diwariskan turun-temurun.
Warisan Budaya yang Diakui hingga Dunia
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan bahwa Wukirsari merupakan salah satu dari dua wilayah di DIY yang mendapat penghargaan ini, bersama Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ia menyebut bahwa tradisi budaya di Bantul sangat kaya, bukan hanya di Wukirsari. Karya cipta seperti batik tulis dan seni tatah sungging bahkan telah menjadi bagian dari warisan budaya tak benda Indonesia yang diakui oleh UNESCO.
Batik Tradisional, Identitas Tiga Padukuhan
Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, menyebutkan bahwa budaya membatik telah berakar sejak masa Sultan Agung, terutama di tiga padukuhan: Cengkehan, Giriloyo, dan Karangkulon. Hingga kini, tercatat ada 643 pembatik aktif yang masih melestarikan teknik dan nilai-nilai membatik klasik. Ini menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Dukungan Pemerintah untuk Pelestarian Budaya
Bupati Halim berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan tradisi budaya mereka. Menurutnya, pelestarian budaya bukan sekadar kewajiban masa lalu, tetapi juga investasi untuk masa depan. Ia ingin masyarakat semakin percaya diri dan terdorong untuk terus berkarya.
Langkah Menuju Pengembangan Ekonomi Kreatif Lokal
Penetapan ini juga menjadi peluang bagi Wukirsari untuk memperluas jangkauan karya cipta ke ranah ekonomi kreatif. Dengan dukungan kebijakan dan pengakuan resmi, diharapkan pelaku budaya lokal bisa lebih berkembang, tak hanya menjaga tradisi, tapi juga menghidupkannya sebagai potensi ekonomi yang berkelanjutan.
Baca / Sumber berita : ANTARA