Grand Hotel De Djokja Dihidupkan Kembali, Hadirkan Pengalaman Menginap Bersejarah

By jawara |   March 24, 2026 |   Category : Warta Wisata
Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/3/2026). ANTARA/Farika Nur Khotimah
Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/3/2026). ANTARA/Farika Nur Khotimah

Menghidupkan Warisan Sejarah di Jantung Malioboro

InJourney melalui InJourney Hospitality resmi menghidupkan kembali nama Grand Hotel De Djokja sebagai bagian dari penguatan lini Heritage Collection. Langkah ini menjadi upaya menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya nyaman, tetapi juga sarat nilai sejarah di kawasan Malioboro, Yogyakarta.

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menyebut pengembalian nama ini sebagai bentuk pelestarian sejarah. Hotel yang pertama kali berdiri pada 1911 tersebut telah melewati berbagai fase penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Perjalanan Panjang Nama dan Identitas Hotel

Sepanjang sejarahnya, hotel ini telah beberapa kali berganti nama, mulai dari Hotel Asahi pada masa pendudukan Jepang, kemudian Hotel Merdeka, Hotel Garuda, Natour Garuda, Ina Garuda, hingga terakhir dikenal sebagai Grand Inna Malioboro sebelum direvitalisasi. Kini, identitas awalnya dihadirkan kembali untuk memperkuat nilai historis yang dimilikinya.

Hotel ini dijadwalkan resmi dibuka kembali pada 16 Maret 2026, dengan konsep yang tidak hanya fokus pada pembaruan fisik, tetapi juga menghadirkan narasi sejarah bagi para tamu.

Menginap Sambil Belajar Sejarah

Salah satu hal menarik dari Grand Hotel De Djokja adalah pendekatan yang menggabungkan akomodasi dengan edukasi. Manajemen menyiapkan buku berjudul “Melihat Indonesia dari Jendela Kamar Hotel” yang akan tersedia di setiap kamar, berisi kisah perjalanan hotel sejak 1911 hingga sekarang.

Hotel ini memiliki total 210 kamar, termasuk 16 kamar heritage yang tetap mempertahankan karakter arsitektur lama. Salah satu kamar bahkan dinamai Sudirman Suite, sebagai penghormatan kepada Jenderal Sudirman yang pernah menginap di sana.

Fasilitas Modern dengan Sentuhan Klasik

Selain kamar, hotel ini juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti ballroom berkapasitas 800–900 orang, 18 ruang pertemuan, restoran all day dining, serta restoran Rosso yang masih dalam tahap penyelesaian.

Konsep yang diusung menjadikan hotel ini bukan sekadar tempat menginap, tetapi juga ruang refleksi sejarah, khususnya bagi generasi muda yang ingin mengenal perjalanan bangsa melalui sudut yang berbeda.

Tarif dan Strategi Heritage Collection

Pada masa pembukaan, tarif kamar ditawarkan mulai dari Rp1.911.000 per malam, angka yang terinspirasi dari tahun berdirinya hotel.

Grand Hotel De Djokja menjadi bagian dari strategi InJourney Hospitality dalam menghadirkan diferensiasi melalui Heritage Collection, yaitu menggabungkan pelestarian bangunan bersejarah dengan pengalaman menginap yang autentik di tengah persaingan industri perhotelan.