Ekonomi Kreatif Yogyakarta Dinilai Jadi Aset Bangsa

By jawara |   January 8, 2026 |   Category : Warta
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bertemu musisi Ndarboy Genk, Yogyakarta, Minggu (4/1/2026). ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bertemu musisi Ndarboy Genk, Yogyakarta, Minggu (4/1/2026). ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai industri musik hingga animasi di Yogyakarta sebagai aset ekonomi kreatif yang patut didukung dan dibanggakan secara nasional. Menurutnya, Yogyakarta memiliki keunggulan kuat dalam pendidikan, storytelling, hingga kemampuan monetisasi karya kreatif.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif siap mendorong proses komersialisasi bagi para pegiat ekonomi kreatif di Yogyakarta agar mampu bersaing dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

Yogyakarta sebagai Paket Lengkap Ekonomi Kreatif

Dalam kunjungan saat libur Natal dan Tahun Baru, Menteri Ekraf melihat Yogyakarta sebagai daerah dengan paket lengkap ekonomi kreatif. Budaya, sejarah, kuliner, wisata belanja, hingga kearifan lokal berpadu menjadi daya tarik yang memperkuat ekosistem ekraf berbasis daerah.

Momentum libur akhir tahun ini dimanfaatkan untuk meninjau langsung geliat subsektor unggulan dan bertemu para pelaku kreatif yang telah menembus pasar nasional hingga internasional.

Dukungan untuk Musik Lokal dan Talenta Berkelanjutan

Dalam kunjungannya, Menteri Riefky bertemu dengan musisi lokal Ndarboy Genk, yang sebelumnya telah berkolaborasi dalam Program Akselerasi Kreatif Musik Kementerian Ekraf. Dukungan diberikan mulai dari produksi video klip, penyelenggaraan konser luar negeri, hingga pemberdayaan talenta lokal secara berkelanjutan.

Ndarboy Genk menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Ekraf yang membuka peluang kolaborasi lintas komunitas, termasuk seniman disabilitas, serta mendorong monetisasi karya musik agar berdampak langsung pada ekonomi kreatif.

Animasi dan Film Dinilai Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Menteri Ekraf juga meninjau MSV Pictures di Universitas AMIKOM Yogyakarta. Ia menyoroti peran penting subsektor film, animasi, dan video dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, tahun 2026 berpotensi menjadi momentum kebangkitan industri animasi Indonesia. Pemerintah pun tengah menyiapkan skema insentif bagi subsektor film, animasi, video, gim, dan aplikasi untuk menarik investasi baru.

Kampus Jadi Pusat Penguatan Ekosistem Ekraf

Keberhasilan Universitas AMIKOM Yogyakarta dinilai sebagai contoh kuat pengembangan ekonomi kreatif berbasis perguruan tinggi. Kampus tidak hanya mencetak lulusan profesional, tetapi juga wirausaha dan kreator yang mampu bersaing secara global.

Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Muhammad Suyanto, menegaskan bahwa subsektor film, animasi, dan video terus didorong sebagai lokomotif ekonomi kreatif yang berdampak luas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Baca / Sumber berita : ANTARA