Dua Kereta Pusaka Keraton Yogyakarta Kembali Dikeluarkan Setelah 12 Tahun
Kereta Pusaka Ikut Meriahkan Kirab Trunajaya
Dua kereta pusaka berusia lebih dari seabad milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali keluar dari Museum Wahanarata setelah 12 tahun disimpan. Keduanya akan ikut dalam Kirab dan Pergelaran Beksan Trunajaya yang digelar di Kota Yogyakarta pada Rabu (22/10), untuk memperingati Tingalan Dalem Taun atau ulang tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X berdasarkan penanggalan Jawa.
Momen Bersejarah Setelah Satu Dekade
Kepala Museum Wahanarata, RM Pradiptya Abikusno, menyebut peristiwa ini sebagai momen istimewa. “Setelah lebih dari satu dekade, akhirnya Keraton kembali mengeluarkan dua kereta kudanya,” ujarnya. Masyarakat dan wisatawan diharapkan dapat menyaksikan langsung simbol kejayaan sejarah Keraton Yogyakarta yang kembali hadir di jalanan kota.
Dua Kereta Legendaris: Kyai Landower Surabaya dan Premili
Kereta yang akan dikirab adalah Kyai Landower Surabaya dan Kereta Premili, keduanya berusia ratusan tahun dan menjadi saksi perjalanan panjang budaya Keraton Yogyakarta. Kereta Landower dibuat pada tahun 1900 dan pernah digunakan oleh Gusti Pangeran Haryo Purubaya, yang kemudian menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.
Keanggunan Kereta Kyai Landower Surabaya
Kereta Kyai Landower Surabaya merupakan karya buatan Spyker, Belanda, dengan desain elegan berwarna hitam, lentera persegi berlapis perak, serta gagang pintu berlapis nikel. Atapnya terbuat dari kulit hitam, dan baru saja menjalani proses restorasi serta pengecatan ulang agar tampil kembali megah dalam kirab budaya.
Simbol Pelestarian Budaya dan Sejarah
Kehadiran dua kereta pusaka ini bukan sekadar tontonan budaya, tetapi juga bentuk pelestarian warisan sejarah Keraton Yogyakarta. Melalui kirab ini, masyarakat dapat kembali mengenal kekayaan budaya Jawa yang penuh filosofi dan nilai luhur.
Baca / Sumber berita : ANTARA