Jogja Cultural Wellness Festival 2025 Hadirkan Pengalaman Penyembuhan Holistik

By jawara |   September 22, 2025 |   Category : Agenda Warta
Ketua Panitia JCWF Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara (kanan) menjelaskan rangkaian acara dari Jogja Cultural Wellness Festival/JCWF dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Wellness di Jakarta, Rabu (17/9/2025). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Ketua Panitia JCWF Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara (kanan) menjelaskan rangkaian acara dari Jogja Cultural Wellness Festival/JCWF dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Wellness di Jakarta, Rabu (17/9/2025). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) siap digelar pada 1–30 November 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Festival ini melibatkan berbagai komunitas lokal dan menghadirkan pengalaman penyembuhan yang memadukan keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa.

Festival Berbasis Kearifan Lokal

Ketua Panitia JCWF, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, menjelaskan bahwa festival ini lahir dari kearifan lokal Jawa. Pada tahun ini, tema yang diusung adalah Wiroso, Wiromo, Wirogo yang menekankan harmoni rasa, irama, dan raga dalam kehidupan sehari-hari.

Workshop untuk Kesehatan dan Keharmonisan

Sebagai bagian dari acara, panitia menyiapkan lima jenis workshop yang bisa diikuti oleh pengunjung. Setiap workshop dirancang untuk memberi pengalaman mendalam mengenai kesehatan holistik, mulai dari olah tubuh hingga meditasi berbasis tradisi.

Tiket dan Kapasitas Pengunjung

Pengunjung dapat mengikuti workshop dengan tiket seharga Rp500 ribu untuk akses satu hari penuh. Menariknya, setiap workshop memiliki kapasitas berbeda, mulai dari 500 hingga 2.000 peserta, sehingga memberi keleluasaan bagi siapa pun yang ingin ikut serta.

Merayakan Harmoni Tubuh, Pikiran, dan Jiwa

JCWF 2025 bukan sekadar festival, melainkan ruang pertemuan budaya, tradisi, dan gaya hidup sehat. Dengan semangat kebersamaan, acara ini diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli pada keseimbangan hidup yang selaras dengan kearifan lokal Jawa.

Baca / Sumber berita : ANTARA