Timnas Futsal Putri jalani TC di Yogyakarta jelang Piala Asia 2025

Yogyakarta – Tim Nasional Futsal Putri Indonesia resmi memulai pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta sebagai bagian dari persiapan menuju putaran final AFC Women’s Futsal Asian Cup 2025 yang akan digelar di Tiongkok. TC ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, dimulai sejak 7 April 2025.

Pelatih kepala Timnas Futsal Putri, Luis Estrella, menyampaikan keyakinannya bahwa Garuda Pertiwi Futsal mampu bersaing dan meraih hasil terbaik di ajang tersebut. 

“Kami menjalani persiapan yang intensif, menyeluruh, dan terstruktur. Dengan komitmen dan kerja keras, saya yakin tim ini bisa tampil maksimal di putaran final nanti,” ujar Luis.

Selama TC berlangsung, para pemain akan difokuskan pada strategi permainan, peningkatan kondisi fisik, serta penguatan aspek teknikal dan taktik. 

Tak hanya berlatih di dalam negeri, Timnas Futsal Putri juga akan menjalani beberapa laga uji coba internasional menghadapi tim-tim peserta lain yang akan tampil di AFC Women’s Futsal Asian Cup.

Kapten Timnas Futsal Putri, Novita Murni, mengungkapkan semangat dan kesiapan tim menjalani TC. “Alhamdulillah, seluruh pemain dalam kondisi prima dan sangat fokus menjalani latihan. Kami mengikuti arahan tim pelatih dengan semangat tinggi karena semua ingin membawa pulang hasil terbaik untuk Indonesia,” ujar Novita.

Dengan semangat yang tinggi, dukungan penuh dari federasi, serta program persiapan yang matang, Timnas Futsal Putri optimistis menatap tantangan besar di AFC Women’s Futsal Asian Cup 2025.

Baca selengkapnya di Antara

Yogyakarta – Untuk menjaga kenyamanan para wisatawan selama libur Lebaran 2025, Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan bahwa upaya penanganan bau tak sedap di kawasan Malioboro terus dilakukan secara rutin. Salah satunya adalah dengan menyemprotkan air dan parfum di titik-titik tertentu yang rawan bau pesing.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta, Ekwanto, menyampaikan bahwa penyemprotan ini sudah menjadi agenda tetap dan dilakukan dua kali dalam sepekan.

“Minimal dua kali seminggu kami lakukan penyemprotan. Kalau tidak begitu, baunya bisa sangat menyengat,” ujar Ekwanto saat dihubungi di Yogyakarta, Selasa.

Ekwanto mengakui, selama masa liburan kemarin memang ada sejumlah keluhan dari wisatawan mengenai aroma kurang sedap, terutama di area pedestrian dekat Ramai Mal hingga sekitar Hotel Mutiara.

Menurutnya, penyebab bau tersebut bisa berasal dari air kencing kuda penarik andong, namun tidak menutup kemungkinan juga berasal dari aktivitas warga, termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang buang air kecil sembarangan.

“Kalau baunya dari area ‘coakan’ tempat andong parkir, kemungkinan besar memang dari kuda. Tapi kami sudah punya SOP, setelah kuda buang air, langsung disiram dan bahkan kami anjurkan untuk disemprot parfum,” jelasnya.

Meski begitu, Ekwanto juga menyebut bahwa ada kemungkinan bau tersebut bukan hanya dari hewan, tetapi juga dari manusia yang buang air sembarangan tanpa sepengetahuan petugas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa para kusir andong telah dibekali standar operasional prosedur yang cukup ketat. Selain diwajibkan mengenakan pakaian sorjan sebagai seragam, mereka juga bertanggung jawab atas kebersihan kuda dan kotorannya selama beroperasi.

“Kalau ada yang melanggar, sanksinya cukup berat. Mereka bisa dilarang masuk kawasan Malioboro. Itu bukan dari kami, tapi hasil kesepakatan antar kusir sendiri. Bahkan bisa dilarang selamanya,” ungkapnya.

Baca selengkapnya di Antara

Yogyakarta – Selama masa angkutan Lebaran 2025 yang dimulai sejak 24 Maret hingga 6 April, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat lebih dari 2,3 juta kendaraan bermotor masuk ke wilayah DIY.

“Totalnya, sejak awal masa angkutan Lebaran hingga H+5 kemarin, ada sekitar 2.363.557 kendaraan yang masuk ke DIY, sementara yang keluar tercatat sebanyak 2.315.164 kendaraan,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dishub DIY, Sumariyoto, saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Senin.

Puncak arus balik terjadi pada Minggu, 6 April 2025 (H+5 Lebaran), di mana masih tercatat 195.665 kendaraan memasuki wilayah DIY. Jumlah ini terdiri atas:

Sedangkan jumlah kendaraan yang keluar dari DIY pada hari yang sama mencapai 180.887 unit, dengan mobil pribadi menjadi jenis kendaraan yang paling banyak meninggalkan provinsi ini.

Untuk memantau pergerakan kendaraan selama periode mudik dan balik, Dishub DIY mengandalkan lima titik pantau utama, yakni:

Pada puncak arus balik 6 April, Prambanan menjadi jalur paling sibuk dengan volume kendaraan masuk mencapai 68.099 unit, disusul Tempel (58.786), Piyungan (36.945), dan Wates (31.837).

Tak hanya kendaraan pribadi, Dishub DIY juga mencatat lonjakan penumpang angkutan umum selama masa Lebaran. Secara total, 427.535 penumpang tercatat masuk ke Yogyakarta, sementara 414.985 penumpang tercatat berangkat.

Baca selengkapnya di Antara